Penyakit Difteri, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Berdasarkan data dari WHO, Indonesia mendapat peringkat ke 2 terbanyak untuk penyakit difteri setelah India. Setiap tahunnya jumlah penderita difteri pun meningkat, hingga 110 orang dari 3.353 penderita difteri dinyatakan meninggal.

Penyebab dari difteri sendiri, hampir 90 persen penduduknya tidak memiliki riwayat difteri yang lengkap. Oleh karena itu, setiap warga negara wajib melakukan imunisasi difteri yang telah disediakan pemerintah.

Namun begitu, difteri tetap bisa disembuhkan dan dicegah. Seperti yang akan diulas pada pada pembahasan di bawah ini.

Pengertian Difteri

Difteri adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dipteriae, yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Penyakit difteri ini ditandai dengan terbentuknya eksudat yang membentuk membrane pada tempat infeksi, dan diikuti oleh gejala – gejala umum yang diikuti oleh eksotoksin yang diproduksi oleh basil ini.

Ciri orang orang yang beresiko terkena penyakit ini adalah:

  1. Tidak mendapat imunisasi atau imunisasinya tidak lengkap
  2. Immunocapromised, seperti: sosial ekonomi yang rendah, pemakai obat imunosupresif, penderita HIV, diabetes melits, pecandu alcohol dan narkotika.
  3. Tinggal di tempat – tempat padat seperti rumah tahanan, tempat penampungan.
  4. Sedang melakukan perjalanan ke daerah yang sebelumnya merupakan daerah endemik difteri.

Penyebab Difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dipteriae yang dapat menular melalui partikel di udara, benda pribadi, peraltan rumah tangga yang terkontaminasi, serta meyentuh luka yang terinfeksi kuman difteri.

Menurut tingkat keparahannya penyakit difteri dikategorikan dengan:

  1. Infeksi ringan, apabila pseudomembrane hanya terdapat pada mukosa hidung dengan gejala hanya pilek dan nyeri waktu menelan
  2. Infeksi sedang, apabila pseudomembrane telah menyerang sampai faring dan laring sehingga keadaan pasien terlihat lesu dan agak sesak
  3. Infeksi berat, apabila terjadi sumbatan nafas yang berat dan adanya gejala – gejala yang ditimbulkan oleh eksotoksin sepeti miokarditis, paralisis dan nefritis.

Gejala dan Tanda – Tanda Difteri

Setelah Anda mengetahui bahwa penyebab difteri ini adalah bakteri, maka dari itu harus mengetaui tanda dan gejala difteri. Tanda gejala difteri tampak dalam 2-5 hari setelah terpapar bakteri. Kebanyakan orang tidak menunjuan gejala, namun beberapa orang menunjukan gejala ringan yang seringkali sama denga flu biasa.

Terdapat ciri – ciri difteri yang khas dan dapat dilihat seperti terdapat lapisan tebal abu – abu ditenggorokan dan tonsil. Tanda – tanda lainnya yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Demam
  2. Kerongkorongan sakit dan suara parau
  3. Perasaan tidak enak
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Sakit kepala
  7. Berlendir kadang – kadang bercampur darah

Denga hati – hati sebaiknya periksa hidung dan tenggorkan anak, terlihat warna keabu – abuan pada selaputnya yang sulit dilepaskan. Kehati – hatian diperlukan untuk pemeriksaan tenggorokan karena dapat menimbulkan obstruksi total saluran nafas.

Cara Mengobati Penyakit Diteri

Jika mengalami penyakit difteri, segera hubungi dokter. Penyakit ini merupakan penyakit yang berahaya dimana apabila tidak diobati sesegera mungkin akan menyebabkan kerusakan organ lain seperti ginjal, sistem saraf, dan jantung.

Penyakit difteri adalah kondisi yang serius, maka doter akan memberikan terapi dengan cepat. Tindakan umum yang dilakukan adalah dokter menganjurkan pasien tirah baring selama 2 minggu dalam ruang isolasi sehingga pasien tidak aan berpotensi menularkan infeksi ke orang lain.

Selama perawatan di rumah sakit tentunya dokter akan memperhatikan intake cairan dan makanan, bentuk makanan disesuaikan dengan toleransi, untuk hal ini makanan yang diberikan berupa makanan lunak, saring/cair bia peru sonde lambung dengan memberikan makan lewat selang jika ada kesukaran menelan

Dokter akan memberikan obat – obatan pembantu kemudahan defekasi untuk mencegah mengedan berlebihan. Pemebrian antitusif untuk mengurangi batuk.

Pencegahan Difteri

Penyakit difteri akan menjadi bahaya jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Selain memperhatikan cara mengobati difteri tentunya yang perlu diperhatikan adalah cara mencegah difteri sehingga anda tidak terpapar penyakit seperti ini. Cara pencegahan penyakit difteri adalah dengan memberikan imunisasi vaksin DPT.

Kemudian selain dengan menggunakan vaksin, biasakan hidup bersih dan selalu menjaga kebersihan lingkungan, tingkatkan imunitas tubuh dengan makan makanan yang mengandung nutrisi seimbang, berolah raga dan cukup istirahat serta mengurangi stres,

Nah itulah dia pembahasan mengenai difteri semoga bermanfaat dan lebih berhati-hati kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *